
BAGI LUCIEN, laut merupakan kenampakan alam yang paling indah. Menyadari cinta Lucien kepadanya, laut pun menjadi penyelamatnya pada hari bocah itu terbawa ombak. Abra, ayah Lucien sekaligus satu-satunya kerabat, baru menyadari kejadian itu tatkala sudah kepalang terlambat—ketika putranya telah tersapu jauh hingga tak lagi terjangkau. Sejak hari itu, Abra meyakini bahwa anak satu-satunya telah meninggal dalam pelukan hamparan biru yang begitu ia cintai.LUCIEN SENDIRI YAKIN HIDUPNYA AKAN BERAKHIR. Sewaktu tenggelam, sesak napas adalah satu-satunya sensasi yang ia rasakan, dan kemungkinan untuk selamat terasa mustahil. Namun, laut adalah penyayang bagi mereka yang berhati murni. Lautan lantas mengutus salah satu makhluk magisnya—seekor makhluk yang bersembunyi di kedalaman, tak terjamah oleh pengetahuan manusia biasa—untuk menjemput Lucien dan membawanya ke tempat yang aman. Sebelum penyelamatan itu dilakukan, makhluk tersebut berbicara kepada Lucien dari hati ke hati. Mereka membuat perjanjian: Mulai saat itu mereka akan saling melindungi. Kapan pun Lucien berada di lautan, bahaya tidak akan mendekatinya. Sebagai gantinya Lucien akan mengerahkan segala daya upaya untuk membalas budi tersebut.Begitulah bagaimana Lucien sampai ke pesisir Thewburn, dari rumahnya di Dolin.
PERSONALITY >

Lucien selalu (setidaknya berusaha) bersikap tenang dalam menghadapi hampir segala hal, bahkan ketika berhadapan dengan malapetaka. Setelah menyadari bahwa hidup dengan mudahnya mampu membalikkan dunia seseorang tanpa peringatan, ia pun mengadopsi sikap acuh tak acuh. Dengan menolak memandang apa yang diberikan hidup sebagai “personal attack”—dan menerimanya sebagai sesuatu yang tak terhindari—dampaknya pun terasa lebih ringan. Ia tidak memiliki hasrat ataupun ambisi pribadi di luar sumpahnya untuk menjaga laut. Hingga kematian sesungguhnya tiba, Lucien berniat mengikuti arus kehidupan dengan sewajarnya saja, puas menjalani kehidupan yang damai di sekitar mercusuar.Karena itulah ketika kartu Trionfi memilihnya, Lucien tidak merasakan banyak emosi melebihi ketidakpedulian. Ia menganggapnya serta-merta sebagai salah satu kejutan oleh hidup.